Edisi No:056LDNU/III/05/2026
Khutbah I
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ , اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَه عَدَاوَةٌ كَاَنَّه وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Segala puji dan syukur terpanjat ke hadirat Allah Swt. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada kesempatan ini, khotib membawakan tema “7 (tujuh) Tanda Penghuni Surga"
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Semua manusia pasti berharap ingin masuk surga,makanya dalam doa-doanya selalu terpanjat harapan agar dimasukan ke surga dan dijauhkan dari siksa neraka. Walaupun dilubuk hati yang dalam, kita mengakui pada Allah, bahwa kita belumlah pantas menjadi penghuni surga.
Namun demikian, Rahmat Allah sangatlah luas, Ampunan Allah begitu besar, sehingga kita tidak pantas untuk berputus asa dari Allah Swt.
Dan bagi siapa saja yang ingin masuk menjadi bagian penghuni surga, maka mari kita kenali tanda-tanda penghuni surga. Semoga kitab isa mengamalkan satu atau semua tanda-tanda tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kitab Musnad al-Firdaws, Imam Ad-dailami menuliskan sebuah Sabda Nabi Muhammad Saw:
عَلَامَةُ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِي سَبْعِ خِصَالٍ ١) يَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَهُ.٢) وَيُحْسِنُ إِلَى مَنْ أَسَاءَ إِلَيْهِ ٣) وَيُعْطِي مَنْ حَرَمَهُ. ٤) إِنْ أُعْطِيَ شَكَرَ. ٥) وَإِنْ ابْتُلِيَ صَبَرَ. ٦) وَإِنْ قَالَ صَدَقَ. ٧) وَيَمْشِي بَيْنَ النَّاسِ كَحَيٍّ بَيْنَ الْأَمْوَاتِ. (رواه الديلمي)
“Tanda-tanda penghuni surga ada tujuh: 1.Memaafkan orang yang menzaliminya. 2. Berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadanya. 3.Memberi kepada orang yang pernah menahannya. 4.Jika diberi nikmat, ia bersyukur. 5.Jika diuji, ia bersabar. 6. Jika berbicara, ia benar. 7. Ia berjalan di tengah manusia seperti orang hidup di antara orang mati, yakni tidak ikut rusak oleh keburukan kebanyakan manusia.”
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
1. Memaafkan Orang yang Menzalimi
Bukan sekadar memaafkan kesalahan biasa atau berjabat tangan, tapi memiliki kebesaran hati untuk melepaskan dendam terhadap orang yang telah berbuat tidak adil atau menyakiti kita secara langsung.
Allah Swt berfirman:
فَاعْفُوْا وَاصْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِه
“…maafkanlah (biarkanlah) dan berlapang dadalah (berpalinglah dari mereka) sehingga Allah memberikan perintah-Nya ...”(QS. Al-Baqarah: 109)
2. Berbuat Baik kepada Orang yang Jahat Kepadanya
Ini adalah tingkat akhlak yang sangat tinggi. Alih-alih membalas kejahatan dengan hal serupa, ia justru membalasnya dengan kebaikan (ihsan), seperti tetap menyapa atau menolong orang yang pernah memusuhinya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَه عَدَاوَةٌ كَاَنَّه وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
“Tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia. (QS. Fussilat:34)
3. Memberi kepada Orang yang Enggan Memberinya
Ia tidak menggunakan prinsip "transaksional" (saya memberi kalau kamu memberi). Ia tetap murah hati bahkan kepada orang yang pernah pelit atau menolak membantunya saat ia butuh.
4. Bersyukur saat Mendapat Nikmat
Ia menyadari bahwa setiap keberhasilan atau kesenangan datangnya dari Tuhan. Rasa syukur ini membuatnya rendah hati dan tidak sombong atas apa yang ia miliki.
5. Bersabar saat Menghadapi Ujian
Ketika ditimpa kesulitan, penyakit, atau kegagalan, ia tidak mengeluh berlebihan atau berputus asa. Ia menghadapinya dengan ketenangan jiwa dan keyakinan bahwa ada hikmah di baliknya.
6. Jujur dalam Berkata
Lidahnya terjaga dari kebohongan. Apa yang diucapkan sesuai dengan kenyataan, sehingga ia menjadi pribadi yang sangat dipercaya oleh lingkungannya.
7. Berjalan di Tengah Manusia seperti Orang Hidup di Antara Orang Mati
Kalimat kiasan ini memiliki makna yang dalam, yaitu: Ia memiliki ‘kesadaran hati’ dan prinsip yang kuat. Di saat orang lain mungkin "mati" hatinya karena hanya mengejar dunia, egois, atau lalai, ia tetap "hidup" dengan kepedulian, zikir, dan amal saleh. Ia menjadi sumber inspirasi dan cahaya bagi orang-orang di sekitarnya yang sedang kehilangan arah.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Pesan utama dari khutbah ini adalah bahwa ada tanda-tanda penduduk surga yang bisa kita tiru dan amalkan, bukan hanya dilihat dari ibadah ritualnya saja, melainkan dari ‘keluhuran budi pekertinya’ terhadap sesama manusia, terutama dalam situasi yang sulit.
Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah dan inayahnya kepada kita untuk selalu berbuat kebaikan untuk kita semua. Dan menjadikan kita semua termasuk penghuni surga. Aamiin yra.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ .وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
*(Penulis: Ust.Ilman,S.Sos.I.,M.Sos. Ketua LDNU Kota Bekasi)