*Mohamad Anang Firdaus
Selepas salat Isya, Hadratusussyaikh sedang khusyuk menelaah kitab Tafsir ibn Katsir di masjid Tebuireng. Beberapa saat kemudian, suasana menjadi meredup, karena lampu minyak di hadapannya hampir padam. Di tengah remang itu, memori beliau melompat jauh ke Makkah (Syi’ib Ali), kepada gurunya, Syaikh Nawawi al-Bantani. Hadratussyaikh lantas bercerita; “Saat lampu minyak hampir padam, guru mulia Syaikh Nawawi menggosoknya sambil membaca (An-Nur : 35):