Bekasi (PCNU Kota Bekasi)– Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bekasi masa khidmat 2026–2028 resmi dilantik dalam acara yang berlangsung khidmat di Aula Masjid Al-Barkah, Ahad (10/5/2026). Kepengurusan baru tersebut dipimpin oleh Yusuf Kurniawan sebagai Ketua IPNU dan Ayu Fitriani sebagai Ketua IPPNU Kota Bekasi.
Acara pelantikan dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama dan unsur pemerintah daerah, di antaranya Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi KH. Abu Bakar Rahziz, M.A., Ketua PCNU Kota Bekasi H. Ayi Nurdin, S.H.I., M.H., Katib Syuriah KH. Lukman Hakim, Anggota DPR RI H. Sudjatmiko, perwakilan Kementerian Agama Kota Bekasi KH. Abdul Syakur, perwakilan IPNU Pusat Syaiful Kamaludin, serta Kabag Kesra Kota Bekasi sekaligus DKM Al-Barkah KH. Yoyo Suhaimin, M.Ag.
Dalam taujihatnya, Rais Syuriah PCNU Kota Bekasi KH. Abu Bakar Rahziz atau yang akrab disapa Abah Rois menekankan pentingnya peran pengurus IPNU-IPPNU untuk terus bergerak dalam melakukan perbaikan dan menghidupkan organisasi. Menurutnya, gerakan organisasi harus dibangun di atas fondasi ilmu, iman, akal sehat, hati nurani, serta akhlakul karimah.
“Ilmu harus dibimbing dengan iman agar pergerakan menjadi terarah dan seimbang. Akal dan intelektualitas juga harus diiringi hati nurani agar tidak melampaui batas dan berbuat zalim,” pesannya.
Abah Rois juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi di era modern. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan akhlakul karimah agar tidak merusak nilai-nilai kemanusiaan maupun alam semesta.
Menurutnya, kader IPNU-IPPNU merupakan kader pelajar NU yang berada pada usia belajar sebagaimana spirit wahyu pertama dalam Al-Qur’an, yakni “Iqra”. Ia menjelaskan bahwa makna membaca tidak hanya terbatas pada teks, tetapi juga membaca fenomena sosial, ekonomi, budaya, hingga perkembangan zaman.
“Namun tidak cukup hanya iqra’. Ada ‘bismi rabbik’-nya. Ada dimensi spiritual, moral, dan integritas di dalamnya. Kader tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus jujur, amanah, disiplin, tangguh, rajin, dan tahan banting,” ungkapnya.
Selain karakter moral dan etos perjuangan, pengurus IPNU-IPPNU juga didorong untuk memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi, serta semangat kolaborasi dalam mengelola organisasi.
Abah Rois berharap seluruh kompetensi tersebut dapat dimiliki dan dijalankan para kader dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. “Jika semua itu dijalankan dalam berharakah di NU, insya Allah akan sukses, berkah, membawa maslahat, serta selamat dunia dan akhirat,” tutupnya.