Program "Karomah Guru Ngaji", Wujud Kepedulian PRNU Jatikarya untuk Pejuang Pendidikan Keagamaan di Kampung

Program "Karomah Guru Ngaji", Wujud Kepedulian PRNU Jatikarya untuk Pejuang Pendidikan Keagamaan di Kampung

Bekasi (PCNU Kota Bekasi) Pengurus Ranting NU (PRNU) Kelurahan Jatikarya kembali menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui Program Karomah Guru Ngaji, sebuah inisiatif yang digagas oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jatikarya bersama badan otonom (banom) NU, yakni Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, serta IPNU-IPPNU, Pada Senin (19/1). Program ini dirancang sebagai bentuk pemberian bantuan kepada para guru ngaji se-Kelurahan Jatikarya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.

Ketua PRNU Jatikarya sekaligus penanggung jawab kegiatan, Jaedi Maeroni, menegaskan bahwa Program Karomah Guru Ngaji lahir dari keprihatinan para pengurus NU terhadap kondisi guru ngaji di kampung-kampung. “Guru ngaji adalah pejuang agama yang ikhlas. Mereka mendidik generasi muda tanpa banyak menuntut imbalan, bahkan sering kali luput dari perhatian pemerintah jika dibandingkan dengan guru-guru di sekolah formal,” ujar Jaedi dalam keterangannya.

Ia mengungkapkan, realitas di lapangan menunjukkan banyak guru ngaji yang hanya menerima uang pengganti listrik antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. “Bahkan ada yang sama sekali tidak menerima gaji, padahal tenaga dan pikirannya tercurah penuh untuk mendidik anak-anak,” tambahnya. Kondisi inilah yang mendorong PRNU Jatikarya bersama banom NU untuk menghadirkan program yang lebih berpihak dan menyentuh langsung kebutuhan para guru ngaji.

Sementara itu, Ketua Panitia Program Karomah Guru Ngaji yang juga Ketua Ranting Ansor Jatikarya, Akmal Roihan Zuhair, menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga. “Alhamdulillah, para anggota NU dan sebagian masyarakat memiliki perhatian lebih sehingga turut membantu menyukseskan program ini,” kata Akmal.

Ke depan, pihak panitia berharap dukungan ini dapat terus berlanjut. Akmal mengungkapkan rencana pengembangan program pada bulan Ramadan mendatang. “Kami berharap pada Ramadan nanti bisa diwujudkan program THR untuk guru ngaji. Harapannya, anggota NU, masyarakat, serta badan usaha atau perusahaan di sekitar Jatikarya ikut terlibat dan memiliki kepedulian terhadap para guru ngaji,” ujarnya.

Melalui Program Karomah Guru Ngaji, PRNU Jatikarya tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menegaskan penghormatan dan pengakuan atas peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter dan akhlak generasi penerus. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk bersama-sama memuliakan para pendidik keagamaan yang selama ini bekerja dalam sunyi namun berdampak besar bagi umat. (Din)

Artikel Terkait